Sifat, Metode, dan Pernyataan dalam Teori Ekonomi

Sifat, Metode, dan Pernyataan dalam Teori Ekonomi
Sifat atau ciri yang dimiliki agar analisanya dapat menjadi benar diperlukan adanya :
a.       Definisi. Analisa dapat diterima secara logis, seperti apa itu harga, biaya, ongkos, konsumsi, produksi, dsb.
b.      Asumsi atau pemisalan. Dibutuhkan asumsi agar teorinya berlaku secara keilmuan. Tujuannya untuk membatasi analisanya agar teori dan hukum-hukumnya dapat berlaku dengan baik. Seperti penawaran suatu produk hanya akan meningkat bila harga produk tersebut naik.
c.       Hipotesa. Pengungkapan fakta secara teori merupakan suatu kebaikan, gunanya untuk memberikan batasan kesimpulan mengenai sesuatu yang diteliti/dianalisa. Hipotesa digunakan untuk menutupi keterbatasannya dalam mengkaji suatu fenomena ekonomi, mengingat hal yang terlibat dalam perekonomian jumlahnya sangat banyak dan tidak terbatas. Penafsiran perlu dilakukan dalam bentuk estimasi atau prediksi.
d.      Ramalan. Estimasi, prediksi dan forcasting merupakan bagian inti dalam ilmu ekonomi. Aktivitas meramal identik dengan ilmu ekonomi, salah satu kehebatan ilmu ekonomi terletak pada kemampuannya membaca tanda-tanda kejadian ekonomi yang terjadi pada masa lalu dan sekarang untuk masa yang akan datang.
e.       Penggunaan Grafik (Kurva). Untuk menjelaskan hubungan antar variabel hal yang lumrah dan wajib, alasannya lebih mudah di baca dengan menggunakan grafik.
f.       Asas Rasionalitas dan Continuum. Individu/masyarakat harus rasional dalam menggunakan uang untuk mengkonsumsi/produksi. Misal : konsumen menggunakan sisa uang yang ada dengan dibelanjakannya (seharusnya sisa uang dapat ditabung, kelebihan uang tersebut dapat digunakan untuk investasi). Asas continuum membahas kumpulan-kumpulan faktor dan komoditi yang tidak terbatas (infinite). Dengan tidak terbatasnya faktor produksi dan konsumsi, continuum sebagai ilmu yang membahas kejadian/fenomena yang bisa diukur dengan pendekatan absolut seperti matematika.
g.      Mengikuti atau memilih (following and choice). Memberikan petunjuk bagi pelaku ekonomi dalam berproduksi dan mengkonsumsi yaitu ikut dengan kondisi yang ada atau memilih kondisi yang lain. Masing-masing memiliki konsekwensinya.
h.      Dalam perekonomian (tepatnya menjalani hidup) terutama dalam pekerjaan yang bertujuan untuk mendapatkan nafkah terdapat tiga pilihan yang bisa dilakukan yaitu menjadi buruh atau pekerja biasa, menjadi tenaga yang berpengalaman atau menjadi tenaga ahli (following, skill and expertise). Tidak tegas menyatakan bahwa tenaga yang berpengalaman lebih baik dari buruh biasa atau lebih buruk dari tenaga ahli, namun pilihan atas kemampuan diri dianjurkan dalam ilmu ekonomi karena berhubungan dengan kelangkaan atau ketidak langkaan. Keahlian tidak saja dari pengalaman, tapi juga dari belajar dan mempelajari).
i.        Persamaan dan Identitas. Teori ekonomi persamaan dimaksudkan sebagai identitas. suatu persamaan misalkan  x=y akan menjadi benar bila didefinisikan x dan y benar. X = permintaan dan Y = harga. Permintaan naik maka harga naik, bila permintaan turun maka harga turun. Hal tersebut berdasarkan hukum permintaan.
j.        Asas Non Satietas (Banyak lebih disukai dari pada sedikit). Ilmu ekonomi tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi tamak dan rakus untuk menikmati sumber daya, akan tetapi mengajarkan manusia untuk berpikir secara rasional lebih baik banyak dari pada sedikit, sebab banyak selalu berkonotasi lebih dari cukup daripada sedikit berarti kurang atau mendekati kurang.